Pengelolaan Kawasan Perikanan Budidaya

Kabupaten Banyuasin memiliki potensi Sumber Daya Perikanan yang besar meliputi perikanan tangkap (laut dan perairan umum ) maupun perikanan budidaya (kolam, tambak dan keramba) yan didukung kondisi geografis dengan panjang garis pantai mencapai 275 km dan dilalui sungai besar seperti Sungai Banyuasin dan Sungai Musi yang dapat menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi Kabupaten Banyuasin. Kabupaten Banyuasin sangat prospektif baik ditinjau dari segi aspek teknis, sosial, ekonomi maupun sumberdaya yang tersedia, menurut data statistik Banyuasin dalam angka pada tahun 2016.

Potensi perikanan budidaya kolam sebesar 244.007,81 ha dengan produksi sebesar 18.441,58 ton dan target peningkatan sebesar 12 % setiap tahun. Sektor perikanan Kabupaten Banyuasin saat ini sudah berkembang dengan pesat dan menjadi salah satu sektor unggulan dan lahan yang tersedia sangat luas hanya belum di optimalkan, ditambah dengan adanya bekas galian batu bata jumlahnya cukup banyak untuk dimanfaatkan dalam mengembangkan usaha di bidang budidaya ikan air tawar.

Kabupaten Banyuasin merupakan sentra perikanan budidaya (ikan air tawar) yang cukup tinggi khususnya Ikan Patin. Produksi budidaya ikan patin Kabupaten Banyuasin setiap harinya dapat menghasilkan rata-rata 20-30 ton, yang berasal dari Kecamatan Talang Kelapa. Disamping untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil produksi budidaya ikan patin kabupaten Banyuasin juga didistribusikan ke beberapa daerah sekitarnya seperti Palembang (Pasar Induk Jakabaring), Prabumulih, Muara Enim, Baturaja, Sekayu, bahkan Lubuk Linggau dan Musi Rawas.

Untuk menggerakkan kegiatan pembangunan perikanan di Kabupaten Banyuasin maka diharapkaan tersedianya sarana dan prasarana produksi yang memadai. Pemerintah telah berupaya untuk mengembangkan potensi sumberdaya perikanan melalui bebagai kebijakan, antara lain dengan konsep minapolitan. Kebijakan pemerintah untuk mengembangkan Minapolitan tersebut tertuang di dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.12/MEN/2010 tentang Minapolitan.

Dalam pengembangan Minapolitan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI telah menetapkan kawasan-kawasan yang potensial dan prospektif yang menjadi kawasan Minapolitan, dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.35/Kepmen-KP/2013 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan, sebanyak 101 Kabupaten/Kota ditetapkan sebagai daerah pengembangan Kawasan Minapolitan. Di Provinsi Sumatera Selatan terdapat 9 (sembilan) yang ditetapkan Kabupaten yang ditetapkan Kawasan Minapolitan, dan salah satunya adalah Kabupaten Banyuasin. Di Kabupaten Banyuasin ada 2 (dua) kecamatan yang ditetapkan sebagai kawasan inti  minapolitan yaitu Kecamatan Banyuasin II dan Kecamatan Talang Kelapa berdasarkan Keputusan Bupati Banyuasin Nomor 520/KPTS/PERIK/2015.

Minapolitan merupakan  konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis  kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan (akselerasi). Suatu kawasan minapolitan sebaiknya mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Kawasan minapolitan harus bisa tumbuh dan berkembang sebagai kawasan mandiri;
  2. Faktor kenyamanan dan pergerakan ekonomi harus bisa menjadi daya saing untuk memberikan pilihan alternatif bagi urbanisasi ke wilayah metropolitan;
  3. Pengembangan atau pertumbuhan (ekonomi dan keruangan) pada kawasan minapolitan harus dilakukan secara terkontrol;
  4. Pengembangan kawasan minapolitan harus dilakukan secara terpadu dan efisien, melibatkan instansi dari tingkat pusat dan daerah maupun instansi lintas sektor.

Konsep Minapolitan dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan adalah Demokratisasi ekonomi kelautan dan perikanan pro rakyat, keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil melalui pemberdayaan rakyat kecil, serta penguatan peranan ekonomi daerah dengan prinsip: “daerah kuat, maka bangsa dan negara pun kuat”. Kawasan Minapolitan begitu khas dengan mayoritas masyarakatnya yang mendapatkan penghasilan dari kegiatan minabisnis, Kegiatan Minabisnis merupakan kegiatan penangangan komoditas secara komprehensif, mulai dari hulu sampai hilir, seperti pengadaan, produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

Pada Tahun 2017 ini bidang Pengelolaan Pembudidayaan Ikan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kawasan Minapolitan yang diikuti oleh 60 (enam puluh) orang peserta di 2 lokasi yang berbeda yaitu di Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa dan Desa Tabala Jaya Kecamatan Banyuasin II. Melalui kegiatan Sosialisasi ini diharapkan dapat membuka wawasan para kelompok pembudidaya ikan dan pelaku usaha perikanan lainya bahwa pengembangan usaha budidaya perikanan sangat menjanjikan dengan mengoptimalkan seluruh potensi perikanan mulai dari hulu sampai hilir.

Pengelolaan kawasan minapolitan dan industrialisasi merupakan pembangunan perikanan budidaya dalam upaya mengoptimalkan seluruh potensi perikanan mulai dari hulu sampai hilir guna pengkatan nilai tambah sehingga diharapkan akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada acara sosialisasi ini diserahkan secara simbolis sertifikat Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) kepada kelompok pembudidaya ikan Mitra Usaha Perjuangan yang telah disertifikasi oleh tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Harapan kita kedepan dengan potensi perikanan yang cukup tersedia khususnya perikanan budidaya dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*